HPP vs Nilai Persediaan: Dua Angka yang Sering Disalahpahami Pengguna Accurate Online
Dalam menggunakan Accurate Online, ada dua angka yang sering membuat pengguna bingung, yaitu HPP (Harga Pokok Penjualan) dan nilai persediaan. Keduanya sama-sama berkaitan dengan barang, tetapi sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda.
Secara sederhana, HPP adalah nilai perolehan barang yang sudah terjual, sedangkan nilai persediaan adalah nilai barang yang masih dimiliki perusahaan dan belum terjual.
Contoh Sederhana
Misalnya sebuah toko membeli 10 unit barang dengan harga Rp100.000 per unit.
Total nilai pembelian adalah:
10 × Rp100.000 = Rp1.000.000
Kemudian toko menjual 4 unit barang.
Maka secara sederhana:
- HPP: 4 × Rp100.000 = Rp400.000
- Nilai persediaan: 6 × Rp100.000 = Rp600.000
Jadi, HPP dan persediaan tidak harus memiliki nilai yang sama. HPP menunjukkan barang yang sudah keluar karena terjual, sedangkan persediaan menunjukkan barang yang masih tersedia.
Kenapa HPP di Accurate Online Bisa Terlihat Tidak Wajar?
Jika HPP yang muncul di laporan terasa terlalu besar atau tidak sesuai dengan kondisi penjualan, jangan langsung menganggap terjadi kesalahan sistem. Ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa terlebih dahulu.
1. Stok Minus
Barang yang terjual sebelum stok tersedia dapat menyebabkan kondisi persediaan yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
2. Harga Pembelian
Periksa apakah ada harga beli yang salah input. Kesalahan harga pembelian dapat memengaruhi nilai persediaan dan HPP.
3. Satuan Barang
Pastikan penggunaan satuan seperti pcs, dus, box, kg, atau unit sudah sesuai dengan konversi yang digunakan perusahaan.
4. Tanggal Transaksi
Periksa apakah transaksi pembelian dan penjualan sudah menggunakan tanggal yang benar. Urutan transaksi persediaan penting dalam menghasilkan nilai HPP.
5. Penyesuaian Stok
Jika pernah melakukan penyesuaian persediaan, periksa kembali transaksi tersebut karena dapat memengaruhi jumlah maupun nilai persediaan.
HPP Besar Belum Tentu Berarti Ada Kesalahan
Misalnya perusahaan memiliki penjualan Rp50 juta dan HPP Rp35 juta. Artinya, secara sederhana perusahaan memiliki laba kotor Rp15 juta.
Penjualan − HPP = Laba Kotor
Sementara itu, barang yang belum terjual tetap tercatat sebagai persediaan.
Karena itu, jangan membandingkan HPP dengan nilai penjualan atau nilai persediaan secara langsung tanpa melihat transaksi yang membentuk angka tersebut.
Kesimpulan
HPP dan nilai persediaan adalah dua angka yang berbeda, tetapi saling berhubungan.
HPP menunjukkan nilai barang yang telah terjual, sementara nilai persediaan menunjukkan nilai barang yang masih tersedia.
Jika HPP atau nilai persediaan di Accurate Online terlihat tidak sesuai, sebaiknya telusuri terlebih dahulu stok, pembelian, harga barang, satuan, tanggal transaksi, dan penyesuaian stok sebelum melakukan koreksi.
Memahami perbedaan HPP dan persediaan akan membantu pengguna Accurate Online membaca laporan dengan lebih tepat dan mengetahui dari mana angka pada laporan tersebut terbentuk.
Kami Acis Indonesia adalah konsultan penjualan resmi Software Accounting ACCURATE. Kami juga menyediakan jasa training dan maintenance ACCURATE dan siap melayani segala kebutuhan Anda. Kami selalu siap melayani Anda mulai dari Aceh, Padang, Jambi, Bengkulu, Medan, Palembang, Bangka Belitung, Serang, Tangerang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Lombok, Pontianak, Balikpapan, Manado, Makassar sampai Papua. Dapatkan info lebih lanjut dari kami dengan menghubungi email [email protected] atau Whatsapp 0878-8453-8950 dengan Tim Solution Expert kami yang siap membantu Anda.
