Seiring berkembangnya bisnis, pencatatan keuangan yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat menjadi semakin kompleks. Jumlah transaksi yang meningkat, data pelanggan dan pemasok yang bertambah, serta kebutuhan untuk menyusun laporan keuangan secara teratur membuat perusahaan perlu mempertimbangkan sistem pencatatan yang lebih terstruktur.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah beralih dari pencatatan manual ke Accurate. Namun, proses ini tidak hanya berkaitan dengan penggunaan software akuntansi. Perusahaan juga perlu mempersiapkan data yang akan digunakan agar proses pencatatan dapat berjalan sesuai kebutuhan operasional.
Persiapan tersebut mencakup master data dan transaksi yang ingin dipindahkan ke Accurate. Keduanya memiliki fungsi berbeda sehingga perlu diperhatikan secara terpisah sebelum proses input dilakukan.
1. Menyiapkan Master Data Sebelum Menggunakan Accurate
Master data merupakan kumpulan informasi dasar yang digunakan sebagai acuan dalam pencatatan transaksi. Sebelum mulai menggunakan Accurate, perusahaan perlu mengidentifikasi master data yang dibutuhkan dan memastikan informasi di dalamnya sudah lengkap serta sesuai dengan kondisi bisnis.
Berikut beberapa master data yang perlu dipersiapkan.
Daftar Akun atau Chart of Accounts (COA)
Daftar akun atau Chart of Accounts (COA) merupakan kumpulan akun yang digunakan untuk mengelompokkan transaksi keuangan perusahaan. Akun-akun tersebut mencakup kelompok aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban. Sebelum memasukkan daftar akun ke Accurate, perusahaan perlu memeriksa apakah akun yang tersedia sudah sesuai dengan kebutuhan pencatatan. Struktur akun yang terorganisasi akan membantu perusahaan mengelompokkan transaksi dan menyusun laporan keuangan secara lebih teratur.
Daftar Pelanggan
Daftar pelanggan berisi informasi pihak yang melakukan transaksi penjualan dengan perusahaan. Data ini perlu disiapkan agar pencatatan penjualan dan pemantauan piutang dapat dilakukan menggunakan identitas pelanggan yang sesuai. Perusahaan sebaiknya memeriksa nama pelanggan, informasi kontak, serta data lain yang diperlukan. Jika sebelumnya data disimpan dalam beberapa file atau buku catatan, lakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi data ganda.
Daftar Pemasok
Selain pelanggan, perusahaan juga perlu menyiapkan daftar pemasok yang menjadi pihak dalam transaksi pembelian. Informasi pemasok diperlukan untuk mendukung pencatatan pembelian serta pemantauan kewajiban pembayaran kepada pemasok. Data yang lengkap dapat membantu mengurangi kesalahan pemilihan pemasok saat transaksi dicatat di Accurate.
Daftar Barang
Bagi bisnis yang melakukan transaksi jual beli barang atau mengelola persediaan, daftar barang menjadi salah satu master data yang penting. Informasi yang perlu disiapkan dapat mencakup kode barang, nama barang, satuan, serta informasi lain sesuai jenis dan kebutuhan pencatatan. Untuk bisnis yang mengelola persediaan, data barang juga perlu disesuaikan dengan kondisi stok dan metode pencatatan yang akan digunakan.
Dengan master data barang yang terstruktur, perusahaan dapat mengurangi risiko penggunaan kode atau nama barang yang tidak konsisten dalam transaksi.
Daftar Aset
Perusahaan yang memiliki aset tetap juga perlu mempersiapkan data aset sebelum mulai menggunakan Accurate. Data ini dapat mencakup nama aset, tanggal perolehan, nilai perolehan, umur manfaat, serta informasi penyusutan yang relevan sesuai kondisi aset dan kebutuhan pencatatan. Kelengkapan informasi tersebut membantu perusahaan menyiapkan pencatatan aset secara lebih teratur. Data yang dimasukkan perlu diperiksa berdasarkan dokumen dan catatan aset yang tersedia.
2. Menentukan Periode Transaksi yang Akan Dipindahkan
Setelah master data disiapkan, langkah berikutnya adalah menentukan transaksi periode mana yang ingin dimasukkan ke Accurate. Perusahaan yang sebelumnya menggunakan pencatatan manual perlu mempertimbangkan apakah Accurate akan digunakan hanya untuk mencatat transaksi baru atau juga untuk membawa riwayat transaksi dari periode sebelumnya.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan mulai menggunakan Accurate pada Januari 2027. Perusahaan tersebut dapat menentukan apakah pencatatan akan dimulai dari periode tersebut atau apakah transaksi dari beberapa bulan sebelumnya juga perlu dimasukkan untuk kebutuhan riwayat dan pelaporan.
Penentuan periode ini penting karena akan memengaruhi jumlah data yang perlu diproses. Semakin banyak transaksi historis yang ingin dipindahkan, semakin besar pula pekerjaan input dan pemeriksaan yang perlu dilakukan. Perusahaan juga perlu merencanakan pencatatan saldo awal dan transaksi historis secara tepat agar tidak terjadi pencatatan ganda. Jika saldo awal sudah mencerminkan posisi keuangan pada tanggal tertentu, transaksi sebelum tanggal tersebut tidak boleh dimasukkan kembali tanpa perencanaan yang sesuai.
3. Memasukkan Transaksi ke Accurate
Master data menjadi dasar pencatatan, sedangkan data transaksi berisi aktivitas yang benar-benar terjadi dalam operasional bisnis. Contoh data transaksi yang mungkin perlu dipindahkan meliputi:
- Transaksi penjualan dan pembelian.
- Penerimaan pembayaran dari pelanggan.
- Pembayaran kepada pemasok.
- Pengeluaran operasional.
- Penerimaan dan pengeluaran kas atau bank.
- Transaksi persediaan dan transaksi lain sesuai kebutuhan bisnis.
Setiap transaksi yang ingin dibawa ke Accurate perlu dimasukkan berdasarkan periode yang telah ditentukan. Prosesnya dapat dilakukan secara manual dengan mencatat transaksi satu per satu sesuai dokumen sumber dan mekanisme pencatatan yang digunakan. Namun, ketika perusahaan memiliki banyak transaksi dari periode sebelumnya, proses input manual dapat membutuhkan waktu dan ketelitian yang cukup besar.
Tim internal tidak hanya perlu memasukkan data, tetapi juga memastikan tanggal, nilai transaksi, akun, pelanggan atau pemasok, dan informasi terkait lainnya sudah sesuai. Karena itu, perusahaan sebaiknya memperkirakan jumlah transaksi yang akan dipindahkan sejak awal agar dapat menentukan metode pengerjaan yang sesuai.
4. Mengapa Persiapan Data dan Proses Input Tidak Boleh Diabaikan?
Beralih ke sistem akuntansi tidak otomatis membuat seluruh pencatatan menjadi benar. Kualitas informasi yang dihasilkan tetap bergantung pada data yang dimasukkan dan ketepatan proses pencatatannya. Master data yang tidak lengkap dapat menyulitkan pengguna ketika memilih akun, pelanggan, pemasok, atau barang. Sementara itu, kesalahan dalam memasukkan transaksi dapat menyebabkan ketidaksesuaian saldo dan laporan.
Oleh sebab itu, sebelum proses input dilakukan, perusahaan perlu memastikan data sumber dapat dibaca, periode pencatatan sudah ditentukan, dan dokumen pendukung tersedia sesuai kebutuhan. Setelah data dimasukkan, lakukan pemeriksaan terhadap hasil pencatatan. Pemeriksaan dapat mencakup kesesuaian saldo awal, kelengkapan master data, transaksi yang telah diinput, serta laporan yang relevan dengan periode tersebut. Tahapan ini membantu perusahaan mengidentifikasi ketidaksesuaian sebelum Accurate digunakan sebagai dasar pencatatan operasional secara rutin.
5. Membantu Proses Input Transaksi dengan Layanan Data Entry
Menyiapkan master data dan menentukan periode pencatatan merupakan bagian penting dalam proses peralihan ke Accurate. Namun, bagi perusahaan yang memiliki banyak transaksi historis, pekerjaan memasukkan data satu per satu dapat menjadi tantangan tersendiri.
Jika tim internal memiliki keterbatasan waktu atau perlu tetap berfokus pada kegiatan operasional, perusahaan dapat mempertimbangkan bantuan layanan data entry untuk membantu proses input transaksi ke Accurate. Melalui layanan data entry dari ACIS INDONESIA, perusahaan dapat memperoleh bantuan dalam memasukkan data transaksi sesuai periode dan ruang lingkup pekerjaan yang telah disepakati.
Layanan ini dapat menjadi pilihan bagi bisnis yang ingin memindahkan pencatatan dari sistem manual ke Accurate, terutama ketika terdapat banyak transaksi periode sebelumnya yang perlu dimasukkan ke sistem. Sebelum pekerjaan dimulai, perusahaan perlu menyiapkan data sumber, menentukan periode transaksi yang akan diproses, serta menyepakati jenis transaksi yang termasuk dalam layanan. Kejelasan tersebut membantu proses pengerjaan menjadi lebih terarah dan memudahkan pemeriksaan hasil input.
Perlu diperhatikan bahwa layanan data entry membantu proses pemasukan data, tetapi kelengkapan dokumen sumber, ketepatan informasi, dan validasi hasil tetap menjadi bagian penting dalam memastikan pencatatan sesuai dengan kondisi bisnis. Dengan pembagian pekerjaan yang jelas, perusahaan dapat mempersiapkan penggunaan Accurate secara lebih terstruktur tanpa harus menangani seluruh pekerjaan input transaksi historis sendiri.
Jika perusahaan memiliki banyak transaksi historis yang perlu dipindahkan ke Accurate, layanan data entry dari ACIS INDONESIA dapat dipertimbangkan untuk membantu proses input sesuai ruang lingkup yang disepakati. Ingin mempersiapkan data transaksi untuk penggunaan Accurate? Hubungi tim ACIS INDONESIA untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan data entry yang tersedia.
